Selamat Datang di Media Komunikasi dan Informasi resmi Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Probolinggo - Semoga bermanfaat untuk kita semua

SCOUTS

Creating for a better future....

SCOUTS

Satukan langkah, bekali diri siap membina....

SCOUTS

Satu dunia, satu Indonesia, satu Pramuka.....

SCOUTS

Satu bumi pertiwi, satu komitmen, tingkatkan budi pekerti tunas bangsa...

Tuesday, August 27, 2013

SAKA DIRGANTARA



 
Saka Dirgantara adalah wadah kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis di bidang kedirgantaraan guna menumbuhkan kesadaran untuk membaktikan dirinya dalam pembangunan nasional. Satuan Karya ini membidangi bidang kedirgantaraan, umumnya saka ini hanya berada di wilayah yang memiliki potensi kedirgantaraan, dengan kata lain memiliki landasan udara.
Pelatihan Saka Dirgantara umumnya memperbantukan para profesional di bidang kedirgantaraan, TNI AU, pihak perusahaan penerbangan dan klub aeromodelling. Pelatihan biasanya diadakan di sebuah Pangkalan Udara tertentu.
Krida-krida dalam Saka Dirgantara, sebagai berikut.
  1. Krida Olahraga Dirgantara
  2. Krida Pengetahuan Dirgantara
  3. Krida Jasa Kedirgantaraan
 Kecakapan Khusus Kelompok Kedirgantaraan, sebagai berikut :
a.       Krida Olah Raga Dirgantara
  1. Terbang Bermotor
  2. Terbang Layang
  3. Aeromodelling
  4. Terjun Payung
  5. Layang Gantung
 b.      Krida Pengetahuan Dirgantara
  1. Aerodinamika
  2. Pengaturan Lalu Lintas Udara (PLLU)
  3. Meteorologi
  4. Fasilitas Penerbangan
  5. Navigasi Udara
 c.       Krida Jasa Dirgantara
  1. Teknik Mesin Pesawat
  2. Komunikasi
  3. Aerial Search And Rescue
  4. Struktur Pesawat

SAKA BAHARI

SAKA BAHARI



Satuan Karya Pramuka Bahari adalah wadah bagi Pramuka yang menyelenggarakan kegiatan-kegiatan nyata, produktif dan bermanfaat dalam rangka menanamkan rasa cinta dan menumbuhkan sikap hidup yang berorentasi kebaharian termasuk laut dan perairan dalam. Ialah Satuan Karya yang membidangi bidang Kelautan.
Pembinaan Saka Bahari bekerjasama dengan pihak TNI AL, Profesional di bidang Olahraga Air, Departemen Pariwisata dan Departemen Kelautan. Umumnya Saka Bahari hanya berada di wilayah yang memiliki potensi di bidang Bahari.

Saka Bahari meliputi 4 krida, yaitu :
1.      Krida Sumberdaya Bahari
2.      Krida Jasa Bahari
3.      Krida Wisata Bahari 
4.   Krida Reksa Bahari

Surat Keputusan

Undang-Undang

Yel-yel Pamuka

Maaf belum kami Posting

Lagu-Lagu Pramuka Nasional






BERKEMAH
 Di tengah-tengah hutan
Di bawah langit biru
Tenda terpancang di tiup sang bayu
Api menjilat-jilat
Terangi rimba raya
Membawa kelana dalam impian
Dengarlah-dengarlah sayup-sayup
Suara nan merdu memecah malam
Jauhlah dari kampung turuti kata hati
Guna bakti pada bunda pertiwi

API UNGGUN
Api Unggun sudah menyala…
Api Unggun sudah menyala…
Api Api Api Api Api Api
Api Kita Sudah Menyala

Sambutan Kakwanas Gerakan Pramuka



KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA SAMBUTAN KETUA KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA PADA PERINGATAN HARI PRAMUKA KE 51 TAHUN 2012
Yang terhormat,
Kakak-kakak Ketua Mabida dan Mabicab Gerakan Pramuka,
Kakak-kakak Pimpinan Kwarda,
Kwarcab dan Kwarran Gerakan Pramuka,
Kakak-kakak Pelatih dan Instruktur Gerakan Pramuka,
Kakak-kakak Pembina Gugusdepan,
Adik-adik Pramuka yang saya banggakan,
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Salam Pramuka,
Marilah kita bersama-sama memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya kita dapat berkumpul bersama pada hari ini dalam keadaan sehat walafiat untuk memperingati Hari Pramuka ke 51 pada tanggal 14 Agustus 2012 yang sekaligus memperingati 100 tahun masuknya gerakan kepanduan ke Indonesia pada tahun 1912. Selaku Pimpinan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, perkenankanlah saya pada kesempatan yang berbahagia ini menyampaikan ucapan Selamat Hari Pramuka ke 51 kepada segenap keluarga besar Gerakan Pramuka di manapun berada. Semoga peringatan Hari Pramuka kali ini dapat mendorong perkembangan dan kemandirian Gerakan Pramuka untuk mempercepat keberhasilan dalam upaya pembentukan karakter kaum muda yang baik, serta sebagai calon pemimpin bangsa yang handal pada masa depan. Kakak-kakak dan adik-adik sekalian yang berbahagia, Gerakan Pramuka tetap relevan dengan perkembangan zaman. Walaupun era globalisasi itu penuh dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, akan tetapi manusia tetap merupakan faktor penentu yang paling utama. Untuk itulah, kita ingin membangun manusia yang memiliki karakter, membangun bangsa yang memiliki watak yang kuat. Bukan hanya manusia atau pemuda cerdas yang menguasai ilmu pengetahuan, akan tetapi juga pemuda yang tangguh kepribadiannya, yang luhur budi pekertinya, serta generasi muda yang rukun, dan kompak bersatu. Karena pemuda demikianlah, yang akan sanggup menghadapi tantangan globalisasi, sanggup menghadapi berbagai persoalan di negeri ini, dan sanggup untuk menatap masa depan dengan lebih baik.
Revitalisasi Gerakan Pramuka, yang merupakan salah satu pilar pendidikan bagi generasi muda di Indonesia, telah berjalan selama enam tahun. Revitalisasi yang tujuan pokoknya adalah untuk mengaktifkan kembali Gugusdepan sebagai ujung tombak Gerakan Pramuka, untuk memantapkan eksistensi Gerakan Pramuka serta untuk meningkatkan fungsi Gerakan Pramuka, dalam enam tahun ini telah memperlihatkan hasil yang cukup menggembirakan. Dalam kurun waktu enam tahun terakhir, kita semua melihat, bahwa revitalisasi Gerakan Pramuka telah menghasilkan perubahan cara pandang masyarakat terhadap Pramuka. Gerakan Pramuka selaku penyelenggara pendidikan kepramukaan mempunyai peran besar dalam pembentukan kepribadian generasi muda dan peningkatan kecakapan hidup kaum muda, yang keduanya penting untuk menghadapi tantangan masa depan, sesuai dengan tuntutan perubahan lokal, nasional dan global. Undang-Undang Gerakan Pramuka pasal 11 menyebutkan bahwa pendidikan kepramukaan termasuk dalam jalur pendidikan non formal sebagai salah satu pilar dalam sistem pendidikan nasional yang diperkaya dengan pendidikan nilai-nilai Gerakan Pramuka dalam pembentukan kepribadian yang berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa dan memiliki kecakapan hidup. Untuk itulah, pentingnya penghayatan dan pengamalan Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka bagi segenap anggota Pramuka. Kakak-kakak dan adik-adik sekalian yang saya banggakan, Sangatlah tepat dalam peringatan Hari Pramuka ke 51 ini telah ditetapkan tema “Tingkatkan Kemandirian Gerakan Pramuka untuk Keberhasilan Pembentukan Karakter Kaum Muda”. Dengan tema tersebut secara optimis Gerakan Pramuka akan berupaya untuk mandiri yang pada gilirannya akan mempercepat keberhasilan pembentukan karakter kaum muda Indonesia dalam rangka menyongsong Indonesia menjadi lebih baik. Tahun ini, adalah momentum yang tepat untuk menggelorakan semangat Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka yaitu nilai-nilai luhur yang menjunjung tinggi keimanan, kejujuran, cinta tanah air, kasih sayang sesama makhluk, tolong menolong dan gotong royong, bertanggung jawab, kedisiplinan, hormat kepada orang tua, kesederhanaan, suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan. Karena pada saat ini harus diakui banyak peristiwa yang terjadi di sekeliling kita yang berpotensi dapat memerosotkan akhlak generasi muda dan berpotensi terhambatnya pembentukan karakter kaum muda. Dengan perasaaan khawatir dan cemas, kita mengikuti di media massa pelbagai berita tentang kejahatan, korupsi, kekerasan, tawuran dan kriminilitas serta berbagai kejadian yang dapat mengancam masa depan serta melemahkan modal sosial bangsa yang hidup dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Tahun ini juga merupakan tahun yang sangat simbolis bagi perjalanan sejarah Gerakan Pramuka. Dalam tahun 2008, kita peringati 100 tahun Kebangkitan Nasional ; 80 tahun Sumpah Pemuda, dan ; 10 tahun Reformasi! Tonggak-tonggak sejarah. Kesemuanya ini menjadi bukti bahwa bangsa kita adalah bangsa yang besar. Bangsa yang tangguh dalam menghadapi tantangan, dan bangsa yang selalu optimis, serta mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Kakak-kakak dan adik-adik sekalian yang saya cintai, Pada kesempatan memperingati Hari Pramuka ke 51 ini perkenankanlah saya atas nama Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah banyak memberikan bantuan bagi perkembangan dan kemajuan Gerakan Pramuka. Mustahil kita dapat memiliki Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka tanpa bantuan semua pihak. Begitupula kita telah menyempurnakan sistem pendidikan kepramukaan yang kini sedang tahap proses ujicoba di beberapa daerah, dan insya Allah tahun 2013 mendatang akan diimplementasikan di seluruh kwarda dan kwarcab. Dengan demikian, penyelenggaraan pendidikan kepramukaan dapat diukur, baik dari aspek input, proses ataupun output, yang pada gilirannya akan memberikan kontribusi dalam mempersiapkan generasi muda menjadi pemimpin masa depan yang handal dan ahlakul karimah. Hanya saja disamping pelbagai keberhasilan tersebut, kita masih berhadapan dengan banyak tantangan lain yang amat besar. Salah satu diantarnya yang terkait dengan kehidupan berorgansiasi adalah kemandirian Gerakan Pramuka. Pada saat ini pemerintah (pusat maupun daerah) memang membantu sumberdaya terutama pembiayaan, tetapi pengalaman menunjukkan bantuan tersebut sangatlah terbatas. Merujuk pada ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka pasal 31 bahwa Gerakan Pramuka dapat membentuk badan usaha yang dikelola secara profesional maka pada kesempatan ini saya menghimbau kepada seluruh kwartir untuk memulai memikirkan dan bertindak untuk membentuk unit usaha antara lain dengan mengelola aset-aset yang selama ini belum optimal pendapatannya. Pengelolaan asset tersebut dapat dilakukan bekerjasama dengan fihak lain yang saling menguntungkan dan bermanfaat bagi Gerakan Pramuka. Gerakan Pramuka seyogiyamya jangan dan tidak boleh hanya tergantung pada bantuan pemerintah saja, meskipun bantuan tyersebut sebenarnya dijamin dalam undang-undang Kakak-Kakak sekalian yang saya banggakan, Kepada adik-adik anggota Pramuka di seluruh Indonesia, saya menyampaikan rasa bangga. Sangatlah tepat adik-adik memilih Gerakan Pramuka sebagai kegiatan ekstra kurikuler di sekolah, karena mengikuti sekolah formal saja tidak cukup mengingat sangat terbatas waktu untuk mempelajari berbagai aspek moral dan etika serta ketrampilan yang akan menjadi bekal hidup kelak dikemudian hari. Untuk hasil yang optimal dalam pembentukan watak, kepribadian dan akhlak mulia, adik-adik perlu menambah dan meningkatkan wawasan serta pemahaman antara lain dengan mengikuti pendidikan nilai-nilai melalui Gerakan Pramuka. Pada kesempatan yang berbahagia ini, perkenankanlah pula saya mengajak kakak-kakak anggota dewasa Gerakan Pramuka untuk lebih merapatkan barisan dan menyatukan gerak langkah untuk percepatan dalam pembentukan karakter kaum muda Indonesia. Kepada para Pimpinan Kwartir Daerah, Kwartir Cabang, Kwartir Ranting Gerakan Pramuka dan para Pembina Pramuka di seluruh Indonesia, saya menghimbau untuk kiranya kita dapat secara bersama-sama meningkatkan kualitas gugusdepan sebagai wahana pendidikan karakter bangsa. Pada kesempatan yang berbahagia ini perkenankanlah saya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang membantu. Ucapan terima kasih ini terutama saya sampaikan kepada Bapak Presiden dan kepada bapak-bapak/ibu-ibu Menteri, serta kepada bapak-bapak/ibu-ibu Gubernur serta bapak-bapak/ibu-ibu Bupati/ Walikota di seluruh Indonesia. Begitupula ucapan terima kasih kami sampaikan kepada segenap pimpinan lembaga legislatif yang selama ini telah membantu dalam memperjuangkan alokasi dana Gerakan Pramuka. Tanpa bantuan bapak-bapak/ibu-ibu semua, tidak mungkin Revitalisasi Gerakan Pramuka dapat dilaksanakan. Kepada para penerima penghargaan dari Gerakan Pramuka saya sampaikan selamat, terima kasih dan penghargaan yang tinggi, atas jasa-jasa, pengabdian, dan kerjasamanya dalam meningkatkan aktivitas Gerakan Pramuka. Mudah-mudahan penghargaan yang telah diberikan dapat memacu untuk lebih membantu Gerakan Pramuka dalam mencapai tujuannya. Akhirnya semoga upaya yang kita lakukan senantiasa mendapatkan ridho Tuhan Yang Maha Kuasa. Satu Pramuka untuk Satu Indonesia, Jayalah Pramuka dan Jayalah Indonesiaku. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam Pramuka,
Jakarta, 14 Agustus 2012
Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka,

Prof. Dr. dr. Azrul Azwar, MPH

Sumber: http://pramukajateng.or.id/index.php/faqs/pp-dan-sk-kwarnas/85-portal-dan-blog-pramuka-se-jateng/surat-edaran/174-sambutan-ka-kwarnas-hut-ke-51

Sejarah Singkat Gerakan Pramuka



Sejarah Singkat Gerakan Pramuka
                Gagasan Boden Powell yang cemerlang dan menarik itu akhirnya menyebar ke berbagai negara termasuk Netherland atau Belanda dengan nama Padvinder. Oleh orang Belanda gagasan itu dibawa ke Indonesia dan didirikan organisasi oleh orang Belanda di Indonesia dengan nama NIPV (Nederland Indische Padvinders Vereeniging = Persatuan Pandu-Pandu Hindia Belanda).
                Oleh pemimpin-pemimpin gerakan nasional dibentuk organisasi kepanduan yang bertujuan membentuk manusia Indonesia yang baik dan menjadi kader pergerakan nasional. Sehingga muncul bermacam-macam organisasi kepanduan antara lain JPO (Javaanse Padvinders Organizatie) JJP (Jong Java Padvindery), NATIPIJ (Nationale Islamitsche Padvindery), SIAP (Sarekat Islam Afdeling Padvindery), HW (Hisbul Wathon).
                Dengan adanya larangan pemerintah Hindia Belanda menggunakan istilah Padvindery maka K.H. Agus Salim menggunakan nama Pandu atau Kepanduan.
                Dengan meningkatnya kesadaran nasional setelah Sumpah Pemuda, maka pada tahun 1930 organisasi kepanduan seperti IPO, PK (Pandu Kesultanan), PPS (Pandu Pemuda Sumatra) bergabung menjadi KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia). Kemudian tahun 1931 terbentuklah PAPI (Persatuan Antar Pandu Indonesia) yang berubah menjadi BPPKI (Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia) pada tahun 1938.
                Pada waktu pendudukan Jepang Kepanduan di Indonesia dilarang sehingga tokoh Pandu banyak yang masuk Keibondan, Seinendan dan PETA.
                Setelah tokoh proklamasi kemerdekaan dibentuklah Pandu Rakyat Indonesia pada tanggal 28 Desember 1945 di Sala sebagai satu-satunya organisasi kepanduan.
                Sekitar tahun 1961 kepanduan Indonesia terpecah menjadi 100 organisasi kepanduan yang terhimpun dalam 3 federasi organisasi yaitu IPINDO (Ikatan Pandu Indonesia) berdiri 13 September 1951, POPPINDO (Persatuan Pandu Puteri Indonesia) tahun 1954 dan PKPI (Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia)
Menyadari kelemahan yang ada maka ketiga federasi melebur menjadi satu dengan nama PERKINDO (Persatuan Kepanduan Indonesia).
                Karena masih adanya rasa golongan yang tinggi membuat Perkindo masih lemah. Kelemahan gerakan kepanduan Indonesia akan dipergunakan oleh pihak komunis agar menjadi gerakan Pioner Muda seperti yang terdapat di negara komunis. Akan tetapi kekuatan Pancasila dalam Perkindo menentangnya dan dengan bantuan perdana Menteri Ir. Juanda maka perjuangan menghasilkan Keppres No. 238 tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka yang pada tanggal 20 Mei 1961 ditandatangani oleh Pjs Presiden RI Ir Juanda karena Presiden Soekarno sedang berkunjung ke Jepang.
                Di dalam Keppres ini gerakan pramuka oleh pemerintah ditetapkan sebagai satu-satunya badan di wilayah Indonesia yang diperkenankan menyelenggarakan pendidikan kepramukaan, sehingga organisasi lain yang menyerupai dan sama sifatnya dengan gerakan pramuka dilarang keberadaannya.

Perkembangan Gerakan Pramuka
                Ketentuan dalam Anggaran Dasar gerakan pramuka tentang prinsip-prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan yang pelaksanaannya seperti tersebut di atas ternyata banyak membawa perubahan sehingga pramuka mampu mengembangkan kegiatannya. Gerakan pramuka ternyata lebih kuat organisasinya dan cepat berkembang dari kota ke desa.
                Kemajuan Gerakan Pramuka akibat dari sistem Majelis Pembimbing yang dijalankan di tiap tingkat, dari tingkat Nasional sampai tingkat Gugus Depan. Mengingat kira-kira 80 % penduduk Indonesia tinggal di pedesaan dan 75 % adalah petani maka tahun 1961 Kwarnas Gerakan Pramuka menganjurkan supaya para pramuka mengadakan kegiatan di bidang pembangunan desa. Pelaksanaan anjuran ini terutama di Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur dan Jawa Barat menarik perhatian Pimpinan Masyarakat. Maka tahun 1966 Menteri Pertanian dan Ketua Kwartir Nasional mengeluarkan instruksi bersama pembentukan Satuan Karya Taruna Bumi. Kemudian diikuti munculnya saka Bhayangkara, Dirgantara dan Bahari. Untuk menghadapi problema sosial yang muncul maka pada tahun 1970 menteri Transmigrasi dan Koperasi bersama dengan Ka Kwarnas mengeluarkan instruksi bersama tentang partisipasi gerakan pramuka di dalam penyelenggaraan transmigrasi dan koperasi. Kemudian perkembangan gerakan pramuka dilanjutkan dengan berbagai kerjasama untuk peningkatan kegiatan dan pembangunan bangsa dengan berbagai instansi terkait.